Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |           

PLTU Suralaya, Banten

Kepemilikan dan Investasi PLTU Suralaya Unit 1-8

PLTU Suralaya Unit 5-7/Fase II Unit 1-3

Kapasitas: 3×600 MW  

Pendanaan: World Bank  

Nilai: USD 426,6 Juta  

Tahun Pinjaman: 1992  

Tenor Pinjaman: 20 Tahun  

Pinjaman lainnya: Asian Development Bank (USD 350 Juta) dan the German Government (USD 69.7 Juta)

Sumber: World Bank

PLTU Suralaya Unit 8

Kapasitas: 625 MW  

Pendanaan: Export-Import Bank of China  

Nilai: USD 284.288.744  

Tahun Pinjaman: 2008  

Tenor Pinjaman: 15 Tahun  

Bunga: 4,619%  

Negara Pemberi Pinjaman: China

Sumber: GEM dan China AidData

 

Gambar. Rata-rata tahunan penyebaran PM2.5 dari Komplek PLTU Suralaya

 

Dampak terhadap Ekonomi Lokal dan Nasional

Biaya operasional 

USD 16,99 juta

Produksi CO2 per tahun

28,3 kiloton

Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto)

– Rp 2,55 triliun

Dampak ke PDRB per tahun

 – Rp 2,43 triliun

Dampak ke Surplus usaha per tahun

 – Rp 1,24 triliun

Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun

 – Rp 1,16 triliun

Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun

 – 66.726 jiwa

Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan

 – Rp 1,89 triliun

Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial

– Rp 2,9 miliar

Sumber: CELIOS, dalam Laporan Toxic20

Translate »