Kepemilikan dan Investor |
PLTU Ombilin Unit 1-2 Kapasitas: 2×100 MW Total Pinjaman: Pembangkit Listrik Ombilin dibangun dengan perkiraan biaya sekitar USD 200 juta. Pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman luar negeri dan dana internal PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara. Pemberi Pinjaman: Informasi mengenai sindikasi pembiayaan untuk pembangkit listrik ini tidak tersedia di sumber terbuka. Operasi: 1996 (unit 1) 1997 (unit 2) |
Informasi umum | ||
COD & kapasitas pembangkit listrik | Unit 1 – 1996: 100 MW Unit 2 – 1997: 100 MW | |
Teknologi pembakaran | Subkritis | |
Target nasional | Co-firing biomassa, diperkirakan menggunakan 5% serbuk gergaji pada tahun 2025 | |
Jenis-jenis batubara dan sumbernya | Batubara: sub-bituminous dari Sawahlunto, bioenergi: kayu & biomassa lainnya (padatan) [5%] | |

Gambar. Rata-rata tahunan penyebaran PM2.5 dari PLTU Ombilin
Biaya operasional | USD10,98 juta |
Produksi CO2 per tahun | 1,15 kiloton |
Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto) | -Rp0,16 triliun |
Dampak ke PDRB per tahun | -Rp0,16 triliun |
Dampak ke Surplus usaha per tahun | -Rp0,10 triliun |
Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun | -Rp0,06 triliun |
Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun | -2.825 jiwa |
Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan | -Rp0,107 triliun |
Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial | -Rp0,35 miliar |