Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |            Sign up for updates           |           

PLTU Labuhan Angin, Sumatera Utara

Kepemilikan dan Investor

PLTU Labuhan Angin Unit 1-2

Kapasitas: 2×115 MW

Total Pinjaman: USD 183.544.240,26 (USD 47,74 juta disesuaikan dengan nilai USD tahun 2021 untuk inflasi)

Pemberi Pinjaman: China Exim Bank, Bank of China, Commercial Development Bank, Barclays, ICBC Bank, dan bank-bank domestik seperti Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Pembangunan Daerah

Jenis Pinjaman: Pinjaman, Preferential Buyer’s Credit (PBC)

Tahun Pinjaman: 2003

Jangka Waktu Pinjaman: 15 tahun (dengan masa tenggang 7 tahun)

Negara Pemberi Pinjaman: Tiongkok, Inggris, Indonesia

Operasi: 2008

Sumber: China AidData

Sebaran Polusi dan Dampak Kesehatan bagi Masyarakat

Informasi umum

COD & kapasitas pembangkit listrik

Unit 1 – 2008: 115 MW

Unit 2 – 2008: 115 MW

Teknologi pembakaran

Subkritis

Target nasional

Co-firing biomassa, pemanfaatan limbah uang kertas

Jenis-jenis batubara dan sumbernya

Batubara: lignit

PLTU Labuhan Angin

Gambar. Rata-rata tahunan penyebaran PM2.5 dari PLTU Labuhan Angin

   

Dampak terhadap Ekonomi Lokal dan Nasional

Biaya operasional 

USD 11,09 juta

Produksi CO2 per tahun

1,29 kiloton

Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto)

– Rp 0,72 triliun

Dampak ke PDRB per tahun

 – Rp 0,72 triliun

Dampak ke Surplus usaha per tahun

 – Rp 0,43 trillion

Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun

 – Rp 0,28 triliun

Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun

 – 16.742 jiwa

Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan

 – Rp 0,49 triliun

Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial

– Rp 1,28 miliar

Translate »