Kepemilikan dan Investor |
PLTU Indramayu Unit 1-3 Kapasitas: 3×330 MW Total Pinjaman: USD 946.990.000 Pemberi Pinjaman: Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank of China, Bank Rakyat Indonesia, BNP Paribas, China CITIC Bank, China Construction Bank, China Development Bank, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), PLN, Société Générale, Japan International Cooperation Agency Jenis Pinjaman: Pinjaman dan ekuitas Tahun Pinjaman: 2008 Jangka Waktu Pinjaman: Masa tenggang 3 tahun, jatuh tempo 13 tahun Negara Pemberi Pinjaman: Indonesia, Tiongkok, Prancis, Jepang Operasi: 2010 (unit 1) 2011 (unit 2-3) Sumber: China AidData, Basis Data GEM
|
Informasi umum | ||
COD & kapasitas pembangkit listrik | Unit 1 – 2010: 330 MW Unit 2 – 2011: 330 MW Unit 3 – 2011: 330 MW | |
Teknologi pembakaran | Subkritis | |
Target nasional | Co-firing biomassa, penggunaan pelet kayu 5% sejak 2021 | |
Jenis-jenis batubara dan sumbernya | Batubara: subbituminus, bioenergi: kayu & biomassa lainnya (padatan) [5%] | |
Biaya operasional | USD 33,38 juta |
Produksi CO2 per tahun | 4,87 kiloton |
Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto) | – Rp 2,17 triliun |
Dampak ke PDRB per tahun | – Rp 2,20 triliun |
Dampak ke Surplus usaha per tahun | – Rp 1,03 triliun |
Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun | – Rp 1,11 triliun |
Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun | – 46.574 jiwa |
Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan | – Rp 1,6 triliun |
Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial | – Rp 3,89 miliar |