Kepemilikan dan Investor | ||
PLTU Cirebon Unit 1 Kapasitas: Unit 1 (660 MW), Unit 2 (924 MW) Total Pinjaman: $850.010.000 Pemberi Pinjaman: Bank Pembangunan Asia, Bank Ekspor-Impor Korea, ING Group, Japan Bank for International Cooperation, KEPCO, Marubeni, Mizuho Financial Group, MUFG Bank, PT Tripatra Engineers & Constructors, ST International, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Jenis Pinjaman: Pinjaman dan ekuitas Tahun Pinjaman: 2010 Negara Pemberi Pinjaman: Korea Selatan, Jepang, Turki, Belanda, Indonesia
| PLTU Cirebon Unit 2 (baru) Kapasitas: 924 MW Total Pinjaman: $2.138.600.000 Pemberi Pinjaman: KEPCO, Chubu Electric Power Marubeni, PT Imeco Inter Sarana, PT Indika Energy Tbk, Sabancı Holding, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), Export-Import Bank of Korea, Japan Bank for International Cooperation, ING Group, Mizuho Bank, MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Jenis Pinjaman: Pinjaman dan ekuitas Tahun Pinjaman: 2017 Negara Pemberi Pinjaman: Korea Selatan, Jepang, Turki, Belanda, Indonesia
| |

Gambar. Rata-rata tahunan penyebaran PM2.5 dari PLTU Cirebon
Biaya operasional | USD 140,9 juta |
Produksi CO2 per tahun | 2,87 kiloton |
Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto) | – Rp 1,28 triliun |
Dampak ke PDRB per tahun | – Rp 1,30 triliun |
Dampak ke Surplus usaha per tahun | – Rp 0,61 triliun |
Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun | – Rp 0,66 triliun |
Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun | – 27.447 jiwa |
Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan | – Rp 0,94 triliun |
Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial | – Rp 2,29 miliar |
*tanda negatif (-) menunjukkan adanya penurunan terhadap indikator