Kepemilikan dan Investor |
PLTU Batang Unit 1-2 Kapasitas: 2×950 MW Total Pinjaman: USD 4,31 miliar Pemberi Pinjaman: Bank Dunia, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), MUFG Bank, Mizuho Financial Group, Mitsubishi UFJ Trust and Banking, Norinchukin Bank, Shinsei Bank, Sumitomo Mitsui Trust Holdings, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, DBS Bank, Oversea-Chinese Banking Corporation, Adaro Energy, Itochu, J-Power Jenis Pinjaman: Pinjaman, jaminan pemerintah, ekuitas Negara Pemberi Pinjaman: Bank Dunia, Jepang, Indonesia Operasi: 2022 Sumber: GEM Website |
Informasi umum | ||
COD & kapasitas pembangkit listrik | Unit 1 – 2022: 950 MW Unit 2 – 2022: 950 MW | |
Teknologi pembakaran | Ultra-superkritis | |
Target nasional | Tidak ada | |
Jenis-jenis batubara dan sumbernya | Batubara: sub-bituminous | |

Gambar. Rata-rata tahunan penyebaran PM2.5 dari PLTU Batang
Biaya operasional | USD47,97 juta |
Produksi CO2 per tahun | 7,4 kiloton |
Dampak ke Output ekonomi pertahun (produk domestik bruto) | -Rp3,56 triliun |
Dampak ke PDRB per tahun | -Rp3,55triliun |
Dampak ke Surplus usaha per tahun | -Rp2,24 triliun |
Dampak ke Kompensasi tenaga kerja per tahun | -Rp1,23 triliun |
Dampak ke Penyerapan tenaga kerja per tahun | –109.832 jiwa |
Dampak sektoral terhadap pertanian, kehutanan dan perikanan | -2.3 triliun |
Dampak sektoral terhadap jasa kesehatan dan kegiatan sosial | -6.4 miliar |